Cara Merawat Baterai Non-removable Dengan Baik dan Benar

Cara Merawat Baterai Non-removable Dengan Baik dan Benar – Salah satu komponen yang paling utama dalam sebuah perangkat kususnya HP/Laptop adalah baterai. Ya, tanpa adanya baterai perangkat tidak akan ada fungsinya, karena baterai ibarat sebuah nyawa. Untuk itu, Anda harus benar-benar merawat baterai hp agar tidak bocor. Merawat baterai HP/Laptop memang mudah-mudah gampang, tergantung dari bagaimana Anda merawatnya. Jika Anda merawat baterai HP dengan baik dan benar, maka baterai akan bisa bertahan lama dan memiliki umur panjang.

Cara Merawat Baterai Non-removable Dengan Baik dan Benar

Apa lagi sekarang ini banyak perangkat sudah mulai menggunakan baterai system tanam atau non-removable alias tidak dapat dilepas. Jadinya, Anda harus benar-benar merawat baterai HP/Laptop non-removable dengan baik dan benar. Jika tidak Anda akan cukup susah untuk menggantinya karena tidak semudah melepas baterai biasa. Cara menarawat baterai HP/Laptop non-removable sedikit berbeda dengan yang dahulu, terlebih lagi pada asumsi “pengisian baterai pertama kali harus 8 jam”, “pengisian baterai dilakukan jika baterai dalam keadaan kosong”. Untuk jenis baterai dahulu memang asumsi itu benar, namun untuk baterai HP/Laptop sekarang tidak lagi karena jenis baterai terdahulu dengan yang sekarang sudah berbeda.

Agar lebih tahu dan faham bagaimana menyikapi baterai yang Anda gunakan bisa membaca jenis-jenis baterai yang digunakan pada perangkat sekarang ini. Dengan begitu baterai akan mampu bertahan lama dan hemat daya sehingga perangkat dapat nyala lebih lama. Sebenarnya ada cara tersendiri untuk menghemat baterai Android yang lebih efisien, dan ini juga bisa menambah umur baterai lebih lama. Bagi yang penasaran bisa baca

Jeni-jenis baterai yang sering digunakan


Nickle Cadnium (NiCD)


Nickle Cadnium, jenis baterai ini merupakan jenis baterai paling tua yang pernah digunakan pada perangkat HP. Jenis baterai ini memang memiliki daya banting yang kuat, namun memiliki kelemahan karena berat dan volumenya yang besar. Untuk sekarang ini baterai jenis ini sudah tidak digunakan lagi karena kurang efisien dan tidak ramah lingkungan. Pada jenis baterai ini memang diharuskan untuk mengisi sebelum benar-benar kosong.

Nickel Metal Hydride (NiMH)


Nickel Metal Hydride, merupakan jenis baterai yang hampir sama dengan Nickle Cadnium (NiCD), karena jenis baterai ini pengembang dari jenis baterai itu. Namun, jika dibandingkan dengan NiCD, NiMH lebih bagus, akan tetapi juga memiliki kelemahan pada memory effect, dimana harus mengisi ketika sudah benar-benar kosong setiap satu kali dalam 10-15 kali isi ulang. Baterai ini juga memiliki kelemahan pada usianya, jika sudah diisi sebanyak 500 kali maka daya kapasitasnya akan menurun meski masih bisa digunakan.

Lithium Ion (Li-ion)


Lithium ion, jenis baterai yang satu ini sudah lebih bagus dari kedua jenis baterai di atas, dan sudah banyak digunakan pada perangkat smartphone masa kini. Jenis baterai lithium lebih baik jika dibandingkan dengan jenis nikel, akan tetapi harganya sedikit lebih mahal. Baterai ini juga memiliki daya isi ulang lebih banyak yakni 1000 kali pengisian ulang. Meski demikian, jenis baterai ini juga memiliki kelemahan yaitu sensitive terhadap suhu tinggi sehingga umur baterai jadi berkurang. Selain itu, tidak boleh membiarkan baterai ini hingga kosong baru terisi.

Lithium Ion Poly (Li-Po)


Lithium ion poly adalah jenis baterai yang dikembangkan dari lithium ion dengan menggunakan elektrolit berbasis polimer gel, sehingga namanya menjadi lithium ion poly. Baterai ini cukup ringan dan fleksibel sehingga dapat dengan mudah dibentuk sesuka hati. Jenis baterai ini juga cukup tahan terhadap ledakan, tidak seperti baterai jenis Li-Ion. Hampir setiap perangkat sekarang ini menggunakan baterai jenis ini. Namun sayangnya baterai ini cepat habis jika dibandingkan dengan Li-Ion, selain itu harganya juga cukup mahal.

Lithium Iron Phosphate (Li-Fe)


Jenis baterai terakhir yang dibawa oleh perangkat ponsel adalah Lithium Iron Phosphate. Sebenarnya jenis baterai ini masih jarang bahkan belum ada ponsel yang menggunakan, kemungkinan masa yang akan datang. Pasalnya, jenis baterai seperti ini harganya masih cukup mahal, dan cukup sulit untuk pembuatannya. Untuk saat ini jenis baterai ini sudah digunakan oleh perangkat laptop. Soal ketahan, lebih baik dari jenis baterai sebelum-belumnya dan anti meledak. Selain pengisian ulang lebih cepat terisi penuh.

Dengan mengetahui jenis-jenis baterai HP tersebut setidaknya sekarang Anda sudah mengerti bagaimana menyikapi dalam merawat baterai HP/Laptop Anda. Apakah harus dengan mengosongkan terlebih dahulu, apakah dengan pengisian pertama kali selama 8 jam, atau tanpa menunggu habis sudah harus diisi ulang alias charging.

Nah, untuk menambah umur baterai HP atau Laptop Anda lebih panjang, tips merawat baterai HP atau Laptop berikut ini boleh Anda coba. Kenapa Anda harus menerapkan cara merawat baterai HP atau laptop non-removable berikut ini ? Karena merawat baterai tidak hanya dilihat dari factor jenis baterai yang digunakan, ada tata cara sendiri agar baterai Anda lebih awet tidak mudah bocor.

Apa saja cara merawat baterai non-removable itu ? Berikut ulasannya.

Cara Merawat Baterai Non-removable Dengan Baik dan Benar


Pertama, Perhatikan Suhu Disekeliling Anda


Suhu sangat mempengaruhi kerja perangkat dan juga baterai. Jika suhu dalam perangkat terjaga dan terimbangi maka perangkat akan mampu bekerja dengan prima. Usahakan suhu tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin. Untuk pengguna laptop, jangan biasakan meletakkan lapto diatas kasur pada saat digunakan. Karena apa, material yang dikandung dari benda tersebut mampu meningkatkan panas pada laptop, akhirnya perangkat bisa overclock. Untuk lebih bagusnya gunakan cooling pada dibawah laptop agar suhu bisa stabil.

Kedua, jangan menunggu hingga nol persen baru diisi ulang


Sering melakukan isi ulang ketika kapasitas baterai habis akan merusak baterai itu sendiri. Memang sudah pernah saya singgung di awal, untuk jenis baterai tertentu harus dilakukan isi ulang jika baterai dalam keadaan nol persen dan harus diisi ulang sebelum nol persen. Namun, untuk saat ini sudah cukup jarang perangkat yang menggunakan baterai jenis itu. Untuk meyakinkan apakah harus diisi setelah habis atau tidak sampai habis, lihat saja tipe jenis baterai pada perangkat Anda.

Ketiga, jangan mebuka atau menjalankan aplikasi yang berat ketika melakukan charge


Memang, perangkat sekarang ini sudah cukup canggih dan pintar. Anda tidak perlu kawatir menjalankan aplikasi ketika melakukan pengisian ulang. Namun, Anda harus mengertahui juga hal tersebut juga bisa memperburuk baterai perangkat Anda. Karena baterai tidak akan maksimal dalam melakukan charger. Sesekali boleh mengisi baterai dengan menjalankan aplikasi berat, namun untuk berulang kali saya recomendasikan jangan. Logikanya seperti “baru masuk sudah disuruh keluar”.

Keempat, jika ingin menyimpan pastikan baterai terisi 50 hingga 70 persen


Merawat baterai dengan cara menyimpan alias tidak digunakan bisa dilakukan. Namun, pastikan baterai tidak dalam keadaan kosong. Suatu perusahaan merekomendasikan jika ingin menyimpan baterai dalam beberapa hari adalah dengan cara mengisi baterai tersebut hingga 50 sampai 70 persen dahulu baru disimpan. Jadi, pastikan ada isinya yaa,,, mengingat baterai tidak bisa dilepas.

Kelima, bagaimana Anda memperlakukan baterai itu sendiri


Poin yang kelima ini yang paling penting, karena apa ? Semua baterai bisa awet atau tidak itu tergantu dari Anda. Bagaimana Anda memperlakukan baterai tersebut, jika Anda faham dan menyayanginya pasti Anda bisa merawat dengan baik. Namun, jika cara merawat baterai dengan kebalikannya, jangan harap baterai Anda bisa berumur panjang. Semua kembali pada diri sendiri, tidak hanya pada baterai saja namun juga pada perangkat lain dan benda lain yang Anda miliki.

Keenam, jangan pernah berfikiran tidak dapat rusak


Semua barang pasti akan mengalami kerusakan. Jadi, Anda harus membuang jauh-jauh fikiran tentang tidak dapat rusaknya suatu benda. Baterai juga memiliki batas pemakaian, jika sudah masanya habis maka akan mengalami penurunan kinerja.

Demikianlah cara merawat baterai non removable dengan baik dan benar. Semoga cara di atas dapat membantu dan bermanfaat. Jika sudah melakukan cara-cara di atas namun baterai tetap saja tidak berumur, maka factor lain adalah baterai itu sendiri. Pembuatan baterai tersebut tidak cukup sukses. Namun ini jarang dijumpai karena setiap barang yang keluar dari pabrik pasti sudah melalui uji coba.

Terimakasih sudah berkunjung di carainter.net, jika menurut Anda ternyata masih kurang tips saran merawat baterai, bisa tambahkan di kolom komentar di bawah ini. Oh ya, jangan lupa untuk berbagi jika ini bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Merawat Baterai Non-removable Dengan Baik dan Benar"

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.